Mimpi & Kisah Abadi

10:48 PM

"Ketemu temen-temen kelas waktu SMA itu serasa mimpi yang jadi nyata"
-James G Djermor

***

Nyaris 5 tahun berteman dengan 23 bocah paling pintar dan paling ajaib yang pernah ada di dalam kehidupan saya. Hampir 3 tahun tidak melihat senyuman bahagia diatas celaan yang dilontarkan oleh tiap-tiap individu yang ada di dalam lingkungan ini. Dan sudah 1 tahun berlalu sejak buka puasa bersama yang selalu kita lakukan tiap tahunnya.

Kami semua sudah menjalani jalanan yang kita pilih waktu itu, dengan segala baik ataupun buruknya. Kemarin malam, 17 dari 24 orang hadir dan menunjukkan mimpi mereka yang menjadi nyata.

Baba Keti, salah seorang teman saya (terutama teman dikala ujian hehe), kembali dari Jerman minggu lalu. Senin kemarin dia langsung berhadapan dengan dosen penguji tugas akhirnya untuk melakukan sidang skripsi. Dan sekarang dia sudah menjadi seorang sarjana bisnis manajemen (bener gak ket?). Adalagi teman saya Desti, yang sudah menjadi sarjana beberapa bulan lalu, mulai minggu depan dia akan bekerja di salah satu bank (lupa bank apa des :( maaf ya) di Jakarta. Begitupula dengan Wafi dan James yang akan di wisuda  bulan September nanti.

Lain halnya dengan Darren. Kira-kira tahun depan dia akan lulus lalu mengikuti fast track ITB dimana gelar S2 akan dilanjutkan dengan waktu 18 bulan. Disisi lain dia juga sempat mengutarakan keinginannya sejak dulu, menjadi pilot. "Ambil kursus pilot biar dapet licensenya. Biar bikin pesawat sendiri, nyetir pesawat sendiri" kata Darren malam itu diiringi gelak tawa seluruh anak aksel yang hadir. Sedikit gurauan yang terdengar bodoh tapi ambisius.

Azqa yang tahun depan akan menjadi S.Ked, Doet yang sibuk mengurusi limbah (kalo kata Asep sih sampah haha), Mila yang baru saja selesai kerja praktik di kantor bapaknya Astri (kebetulan yang sangat betulan), dan masih banyak lagi hal-hal membanggakan dari teman-teman lain, baik yang hadir maupun yang tidak pada malam itu. Bangga? Sangat bangga.

Saya tahu perjuangan mereka semua untuk mewujudkan mimpi-mimpi yang tergantung tinggi di masa SMA itu. Beberapa dari kami dengan mudahnya mendapatkan apa yang diinginkan, sementara beberapa dari kami harus terjatuh berulangkali untuk mendapatkannya, termasuk saya. Saya tahu tidak semua mimpi dapat menjadi nyata, tapi setelah mendengar cerita mereka semua saya yakin akan satu hal. Mimpi menjadi nyata bagi orang-orang yang percaya dan berjuang dengan sepenuh hati, jiwa & raga untuk mewujudkannya. Dan mereka semualah bukti nyata dari mimpi-mimpi yang menjadi nyata.

Anak akselerasi. Satu kata yang melekat selamanya dan menciptakan satu kisah abadi dalam kehidupan kami masing-masing. Tanpa alasan jelas dan pasti, mereka semua sukses membuat saya tertawa tanpa henti. Dengan gurauan rasis yang sama, dengan kebodohan yang sama, dengan nada bicara yang sama, dengan kata-kata yang sama ... tapi entah mengapa saya sama sekali tidak pernah bosan mendengarnya. Seolah kami bertemu untuk yang pertama kalinya, seolah semuanya tidak pernah terjadi.

Buat semua rekan-rekan akselerasi, selamat kawan! Sudah berhasil hingga sejauh ini dan sukses dengan caranya masing-masing. Semoga ke depannya, kita semua akan menjadi jauh lebih sukses lagi ya :''''''')

***

"Some things never change, and never will"
-Khalista Diniastri I

You Might Also Like

0 comments