Harus Bagaimana?

11:30 PM

Aku mencintaimu karena kamu adalah kamu. Bukan karena apa yang selama ini kamu miliki, bukan karena apa yang telah kamu lalui dan bukan karena apa yang tidak sengaja terjadi. Aku menyayangi kamu apa adanya. Dengan segala sorot mata yang menyimpan pilu, dengan segala perbandingan yang berseru dan dengan segala sakit yang aku tidak tahu. Aku menerima kamu apa adanya. Atas hati yang membeku, atas jiwa yang menyendiri dan pikiran yang kalut. Karena kamu memanglah kamu yang apa adanya aku cinta, aku sayang dan aku terima.

Tapi semuanya tidak pernah semudah itu

Aku tidak pernah mengerti pikiranmu. Aku tidak akan pernah dapat mengerti pikiranmu. Pikiran kalut yang mampu membuaiku namun menyesatkanku di dalamnya. Dalam khayal tak berujung bagaikan labirin tak berakhir dengan sisi yang identik. Aku tidak pernah mengerti tingkah lakumu. Aku tidak akan pernah dapat mengerti tingkah lakumu. Mendekap namun tidak mau di dekap, menatap namun tidak mau di tatap dan memiliki namun tidak mau di miliki. Aku tidak pernah mengerti hatimu. Aku tidak akan pernah mengerti hatimu. Hati yang beku namun hangat untuk aku yang sepi. Hati yang kau banggakan untukku seorang namun ada ruang kosong yang kau tutupi.

Aku berpikir untuk bertahan.

Demi apa yang telah kita lewati, demi janji yang telah terucap dan demi hati yang terlalu lelah karena disakiti. Aku ingin terbuai dengan pikiranmu itu, aku ingin tersesat didalamnya tanpa harus keluar selamanya. Aku ingin mendekapmu, aku ingin menatapmu dan aku ingin memilikimu selama-lamanya. Aku ingin mencairkan hati beku itu, mengisi ruang kosong yang selalu kau tutupi.

Tapi aku tidak tahu harus bagaimana.

Aku harus bagaimana?

You Might Also Like

0 comments