I always doubt every dish that contains squid
ink in it. Most of 'em taste horrible and I end up disappointed. But a
friend of mine convince me to try this Mi Item and I'm not disappointed
at all.
Kita sama-sama lelah, untuk hal yang tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata.
Kita sama-sama lelah, untuk pertanyaan yang tidak akan pernah terlontar.
Kita sama-sama lelah, untuk jiwa yang tersesat dalam kegelapan tanpa batas jelas.
Kita sama-sama lelah, untuk hati yang menyendiri di antara ramainya gemerlap dunia.
Sederhananya, kita tak ingin bicara.
Sederhananya, kita tak ingin bertanya.
Sederhananya, kita tak ingin tersesat.
Sederhananya, kita tak ingin sendiri.
Dan sederhananya, kita lelah dengan ini semua.
Kita lelah dengan sederhana.
Meski apa yang kita rasa, sedikitpun tidak pernah sederhana.
Kurang lebih 14 minggu sudah berlalu sejak saya mengatakan 'sampai jumpa lagi'. Hari-hari yang saya lalui sangatlah luar biasa namun rasanya tidak sama. Ada yang hilang dari hari-hari saya. Ada kisah yang menanti untuk diceritakan namun tak tahu kepada siapa harus diceritakan.
Sudah 2400 jam lamanya kita tak lagi saling pandang. Entah bagaimana dengan dia, setidaknya saya tak lagi bisa memandang ke dalam matanya. Hanya tersisa foto dalam album yang sudah usang. Ternyata banyak foto dia dan saya yang tersimpan. Kini hanya sesal yang tersisa.
Ternyata 144.000 menit telah berlalu sejak hari itu. Namun setiap namanya disebut, rasanya masih sama. Setetes airmata selalu mengalir yang mengungkit setiap kenangan dan berakhir menjadi sebuah kerinduan yang mendalam. Pada akhirnya hanya memori yang dapat saya bangkitkan. Memeluk bayangan yang tak lagi ada disisi.
Apalah artinya 8.640.000 detik yang sudah saya jalani tanpa dirinya, jika tak ada satu detik pun saya gunakan untuk mendoakannya. Hati saya bergetar setiap mengucapkan doa untuknya. Masih belum mengakui jika dia tidak lagi ada disini. Saya masih tidak percaya, saya masih belum mau percaya.
Seratus hari, ternyata begitu cepat.
Saya masih ingat betul, bagaimana airmata menetes dari kedua matanya ketika saya mengucapkan 'I Love You Opung' pada tubuhnya yang terbaring tak berdaya di ruang ICU.
Saya masih ingat betul, bagaimana tangannya yang dingin menggenggam kuat tangan saya sebelum dan saat perjalanan menuju ICU di rumah sakit itu.
Saya masih ingat betul, bagaimana dia berkali-kali menolak untuk dibawa ke rumah sakit di waktu subuh beberapa hari sebelumnya.
Saya masih ingat betul, bagaimana dia meminta spaghetti buatan saya untuk makan malam itu.
Saya masih ingat betul senyumannya yang menguatkan saya yang bimbang saat itu.
Saya masih ingat semuanya. Seolah itu baru terjadi kemarin. Rasa sakitnya pun masih sama dan terus berulang-ulang, entah sampai kapan.
Happily announce that I finally have my own food shop (sort of).
It's not a perfect banquet. It's just a homemade delicacies, made with love and soul in every single bite. I start it small, just a small home business, but I truly hope it will grow as big as I dream of. And somehow I do believe it will be big.
Kindly follow me on instagram at @janis_kitchen for the complete menu, price list and order details. You can ask anything about us on janis_kitchen@yahoo.com.
So let's have a bite and happy eating, people!
Sesosok pria baru saja berlalu
Sosok yang tak pernah terbayangkan sebelumnya
Sosok yang tak pernah diimpikan sebelumnya
Aku tak peduli
Pria itu berlalu lagi
Berbicara dan bercerita tentang hidupnya yang abu
Impian dan harapannya tampak semu
Namun penuh dengan ambisi
Pria itu berlalu lagi
Membawaku pada dunianya yang gelap
Tak terduga meski selalu sendiri
Gelap tak selalu bermakna gelap
Pria itu berlalu lagi
Bercanda, tertawa dan berkata
Hingga tercipta sebuah memori
Singkat namun melekat selamanya
Pria itu berlalu sekali lagi
Menawarkan kehidupan yang berbeda
Hidup yang sebelumnya aku hindari
Meski tak selamanya berbahaya
Kemudian dia menghilang
Hanya memori akan kisahnya yang tersisa
Tiba-tiba semuanya terasa berbeda
Dan kusadari, aku kehilangan dirinya
Aku pergi mencari-cari
Tanpa arah pasti, tak memahami isi hati
Yang ku tahu, aku ingin dirinya
Yang ku tahu, aku merindukannya
Tapi aku tidak mau menjatuhkan hati padanya
Aku tahu bagaimana dirinya, aku tahu bagaimana diriku
Terlalu berbeda, namun tak jauh berbeda
Bagaimana mungkin air dan api dapat bersatu?
Aku luluh
Untuk perasaan yang membeku
Berkat hati yang pernah tersakiti
Namun berhasil kau sembunyi
Aku jatuh
Untuk jiwa yang tak pernah kudamba
Menawarkan seluruh nikmat dunia
Namun tak ingin menggenggamnya
Aku cinta
Untuk pribadi yang sangat berbeda
Bukan putih, tidak pula hitam
Kelabu yang tak selalu abu
Let's eat everything like a pig, and enjoy our life to the fullest. We can eat desserts first and forget about the main course. Let's try something new and different. Then probably will go back again for a second time. Or maybe there will be no second time cause it was terrible. Just forget about the weight scale this time. Let's eat everything like a pig, shall we?
Then people will say we're fat. Then people will say we're ugly. Then people will say bad words. Then people will begin to talk about us. Then people will begin to mock us. Then people will begin to leave us.
Let's starve ourselves to death then. We can eat salad and forget about the main course. Let's skip that new desserts and restaurants around the corner. Then probably will never hangout at the cafe anymore. Or maybe never hangout with our friends anymore cause it will make us eat anything than salad. Just forget about the food this time. Let's starve ourselves to death, shall we?
Then people will say we're obsessed. Then people will say we're boring. Then people will say we don't live life. Then people will begin to talk about us. Then people will begin to mock us. Then people will begin to leave us.
See the difference? Because I don't.
People will judge you anyway. So why bother listening to them while you can easily walk away? Why bother trying to impress them while you can easily enjoy your life? Why bother anyway?
Saya menitikkan airmata sebagai dampak dari apa yang sudah tertahan selama ini
Saya menangis bukan berarti saya lemah ataupun menyerah pada keadaan
Saya menangis untuk menunjukkan betapa kuatnya saya dalam titik terlemah sekalipun
Saya menangis bukan berarti saya menyesal hanya mengumpulkan semangat sekali lagi
Lagipula saya pun bukanlah seseorang dengan hati layaknya baja
Saya hanya seorang manusia dengan perasaan yang tidak jelas artinya
Saya hanya seorang manusia dengan pikiran yang tidak jelas arahnya
Saya hanya seorang manusia dengan jiwa yang rapuh di dalamnya
Saya bisa saja meninggalkan ini semua di belakang dan tak pernah menengok lagi
Saya bisa saja berlari mencari kehidupan baru untuk saya jalani sendiri
Tanpa adanya tali yang mengekang di belakang
Tanpa adanya aturan yang begitu keras menahan
Tapi saya memilih untuk bertahan disini entah atas alasan apa
Saya memilih untuk berdiri tegak melewati segala badai yang menghadang
Saya memilih untuk bertahan di dalam derasnya ombak yang menerpa
Saya memilih diam tak melawan tak mengikuti kata hati terdalam
Andaikan saya mati malam ini, saya tidak menyesali apapun
Sedikitpun airmata tidak akan menetes karena sesal tapi karena bangga
Bangga telah bertahan hingga tetes darah terakhir dalam tubuh
Bahagia karena akhirnya terlepas dari raga yang penuh beban
